Selamat Datang Di Website Resmi KUA Kec. Anggana Kab Kutai Kartanegara, Prop. Kalimantan Timur

Sabtu, 30 Oktober 2010

Haji dan Campur Tangan Allah

Madinah (MCH)-- Melaksanakan ibadah haji memang merupakan suatu perjalanan spiritual yang syarat makna. Terkadang sesuatu yang dianggap lancar-lancar saja justru timbul persoalan di Tanah Suci, begitu juga sebaliknya. Banyak hal-hal yang tak terduga terjadi dalam beribadah haji.

Seperti dituturkan Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama, Zainal Abidin Supi yang mengaku banyak persoalan penyelenggaraan haji yang benar-benar tak pernah diduga sebelumnya. Dalam melaksanakan haji, semua tak bisa menafikan "campur tangan" Allah SWT.

Calon Jamaah Haji Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

Jakarta (Pinmas)--Kloter awal Jamaah Haji Indonesia yang bertolak pada 11 Oktober nanti diminta mewaspadai perubahan cuaca yang ekstrem. Catatan Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwa kondisi Makkah sejak sepekan terakhir mengalami perubahan cuaca yang sangat ekstrem antara pagi dan siang hari.


Suhu pagi hari bisa mencapai 10 derajat Celcius tetapi di siang hari mencapai di atas 30 derajat Celcius. Sedangkan cuaca di Madinah pada pagi hari sekitar 4 derajat Celsius, tetapi pada siang hari mencapai 35 derajat Celsius.

MENJADI HAJI MABRUR

Ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima sebagai totalitas ibadah yang mengintegrasikan antara ibadah badaniah (fisik) dan ibadah maliyah (harta), dan sebagai puncak rangkaian ibadah haji adalah melakukan wuquf di Arafah 9 zulhijah. Arafah adalah sebuah lembah yang terletak antara Muzadlifah dan Thaif, terbentang dari perbatasan kawasan arafah sampai jabal arafah, mulai arah timur berbentuk lingkaran, di tempat inilah calon jamaah haji berdiam sejak tergelincirnya mata hari ke arah barat sampai terbenam mata hari. Harapannya menjadi haji mabrur, ibadah haji yang terima Allah SWT.